Bold Line of Life I

Bung dunia bulat, walau tak sebulat proton yang kata orang bulat. Ketika ia berputar hanya perasaan waktu telah berjalan yang dirasakan oleh makhluk diatasnya. Karena bumi berputarlah cahaya matahari terbagi rata. Karena ada perputaran itulah manusia mengetahui waktu. Jadi apakah manusia menghargai perputaran bumi itu? Terkadang manusia hanya peduli pada hasil akhir, walaupun katanya proses lebih penting dari hasil. Apa benar? Apakah seseorang akan menghargai proses ketika hasilnya kacau balau. Ketika seseorang sudah belajar keras pagi siang sore malam lalu dia ikut tes perguruan tinggi yang dia mau lalu gaga. Apa yang akan dia lakukan malamnya? Kalau memang sebegitu inginnya dia masuk ke perguruan tinggi itu maka dia akan menangis. Yang ada di otaknya adalah ‘jadi ini bayaran atas proses yang dilakukan?’. Lihat ketika seseorang gagal dia memang gagal. Dan yang namanya gagal itu bukan belum sukses tapi gagal adalah gagal. Banyak orang bilang ini Cuma pikiran orang pesimis, pada saat itu dia telah gagal memikirkan kehidupannya sendiri. Kenapa? Karena manusia itu sebenarnya lebih hebat dari pokemon sama digimon. Coba liat, kata orang duu kita berburu pake tombak, pokoknya norak deh. Sekarang ? bom atom pun bisa menghancurkan segalanya. Jadi apakah proses benar2 di atas hasil. Kenapa prosesnya harus bagus kalo hasilnya kemungkinan jelek? Sama seperti perputaran bumi, sebagian makhluk yang katanya khalifah di muka bumi ini lebih menghargai waktu dari pada perputarannya. Coba kalo gak ada perputaran bumi, kemana manusia akan tinggal? Ada masanya manusia tidak menghargai hal yang sangat mendasar. Yang manusia lihat hanyalah yang paling dekat dengan dia, kesusahanya kah, kerinduannya kah, cintanya kah? Manusia lupa bahwa selama dia menghargai sesuatu yang ada disekitarnya. Pada saat itu kata sedih itu akan hilang dalam kamus besar bahasa Indonesia. Wew… seperti kata orang2 pula ketika ada suatu masalah biasanya akan muncul pikiran-pikiran yang lain sehingga otak akan penuh dengan pikiran-pikiran itu. Lanjutannya dalah ‘bagaimana bisa menghargai sesuatu ketika ada banyak pikiran di dalam otak kita?’ pertanyaan bodoh. Ketika seseorang itu adalah orang yang kuat dia mampu memikan masalahnya dan tetap berbahagia. Tidak mudah stress, marah, apalagi sedih berlebih. Kenapa? Karena ketika seseorang berhati baja, berpikir cepat, dan tau apa yang harus dia lakukan biasanya sudah terbiasa memikirkan beberapa hal yang kata orang tidak penting. Contoh tulisan ini, beberapa orang akan menganggap ini tidak penting. Ketika seseorang terbiasa memikirkan sesuatu maka kecepatan berpikirnya akan meningkat sehingga jalan pikirnya menjadi jauh lebih lancer, apakah ini yang diinginkan orang? Adakalanya seseorang sangt ingin jatuh lebih dalam kedalam kesedihannya lalu bertindak bodoh dan tidak terkendali. Pertanyaannya adalah ‘apakah kalau melakukan hal itu masalahnya akan selesai?’ iya kan? Ada saatnya kita harus bisa melupakan sesuatu. Ingat Risk Management itu Cuma terdiri dari 2 F, fight atau fly. Ada saat2 tertentu dimana kita harus fly, bahkan mundur dari perang memang hal yang paling tepat pada masanya. Maka dari itu berubah, berevolusi, upgrade, itu butuh. Ingat gagal=gagal. Ketika seseorang gagal, ya gagal. Apakah ssepenting itu proses. Walau ada yang bilang ketika hasilnya bagus belum tentu prosesnya bagus. Sekali lagi itu Cuma kata-kata orang gagal. Kenapa? Coba bayangkan ada satu orang gagal, terus yang ada di otaknya adalah “Hmmm gagal itu sukses yang belum tercapai, yang penting proses kalo gagal ya udah yang penting prosesnya bagus” pada saat itu kegagalan adalah segalanya. Sekarang bayangkan adda satu orang gagal “ANJING!!! Gagal? Gagal tidak!!!! Hasilnya mana????!!!!!” lebih stress mana? Sekali lagi ketika dia punya mental baja dan otak dingin maka yang diingat adalah sebagai berikit

1. Ketika gagal=gagal maka jangan gagal

2. Ketika gagal itu akan teringat sebagai sebuah dosa sehingga dia semakin tidak ingin gagal

3. Dan yang harus diingat bung, HASIL YANG BAIK SEHARUSNYA BERASAL DARI PROSES YANG BAIK kalo hasilnya gak baik prosesnya sudah pasti, tapi kalo hasilnya baik prosesnya pasti

Banyak orang yang tidak setuju dengan pernyataan ke-3, kenapa? Mengingat ada kata curang, korupsi, nyontek, dll. Ya kan? Pada saat itu yang harus dilakukan diri kita Cuma satu, buat hasil yang diharapakn (goal) menjadi sesuatu yang terperinci. Buat sebuah rencana terlebih dahulu. Bahkan dalam 7 habit ada yang dibilang “Start with the End in Your Mind”. Ingat “Planning is a Continous Porecess” kenapa? Karena ketika selesai merencanakan, rencana dilakukan, evaluasi, merencakan yang baru, rencana dilakukan, evaluasi, dst. Ingat lagi “Nanti gimana, bukan gimana nanti”.

Sekian

©Priyadi Nugroho Ardi 2010

Comments

Popular posts from this blog

Silver Wind - 02

Silver Wind 06

Silver Wind - 01