Wanita, Kunci, dan WC

Kisahnya saya nggak mau kalah dong sama temen saya yang ngepost tugasnya di tumblr
==============================================================
Wanita itu memang menyesatkan. Itulah satu hal yang kupelajari dari kejadian ini. Karena satu wanita itulah hal menyedihkan seperti ini terjadi. Hal ini begitu bodoh. Begitu bodoh sampai-sampai aku tak pernah berani untuk menceritakannya kembali. Malu  aku menceritakannya. Cukup skali ini saja kuceritakan dan tak akan lagi kucritakan lagi  pada siapapun!

Lembur adalah sebuah satu-satunya pilihan bagiku. Aku sudah mengajukan cuti seminggu untuk berekreasi. Ternyata tuhan memberkati pengajuan cutiku sehingga langsung diterima. Walau setelah kuperhatikan lagi, ternyata permohonanku ditrima dengan syarat berupa penyelesaian proyek yang sedang kujalankan. Apabila proyekku tidak selesai sampai tanggal aku cuti, maka dengan mudah cutiku dibatalkan begitu saja. Tentu saja hal ini tidak kuinginkan! Aku sudah capek berkerja selama ini. Ingin rasanya aku merasakan istirahat satu minggu saja villa milik nenekku. Makanya aku langsung memilih untuk berkerja lembur mulai dari hari itu.

Tiga hari sebelum tanggal cutiku, aku cukup yakin proyekku akan selesai cukup dengan satu malam lembur. Timku sangat kompeten berkerja untuk proyek ini. Terima kasih kepada iming-iming cuti yang kuberikan kepada mereka, hal ini dapat terjadi. Tentu saja kuberikan mereka cuti, apabila tidak lalu apa yang akan mereka lakukan ketika aku tidak ada? Toh lebih baik kuberikan cuti saja kepada mereka. Siapa tahu mereka punya proyek di luar yang terganggu karena proyekku ini.

Dengan mantap kuumumkan bahwa proyek ini pasti akan selesai malam ini. Tentu saja sorak-sorai gembira yang kudapatkan. Mereka berkerja sangat cekatan. Bangga aku dengan timku ini. Mereka sangat cocok dengan gaya kerjaku.Mereka juga tahu apa saja yang harus mereka tambahkan tanpa menambahkan jam kerja proyek ini. Sebuah tim yang sangat luar biasa!

Sanking hebatnya, sampai ada satu anggota timku yang kutaksir. Anastasia namanya. Wanita yang begitu baik yang menjadi idola tim kami. Wajahnya yang manis selalu terbayang sebelum aku terlelap menuju lautan mimpi yang seringkali kutemukan lagi dirinya. Sifatnya yang agak lamban berfikir tapi sangat bisa diandalkan ketika berkerja juga merupakan daya tarik tersendiri dari dirinya.

Benar dugaanku, malam itu juga proyek langsung selesai. Bahkan lebih cepat dari perkiraanku! Jarum pendek di dinding ruanganku saja masih menunjuk angka sebelas.Sorak-sorai gembeira mengisi ruangan kerjaku malam itu.
Pesta perayaan selesainya proyek itupun langsung dilaksanakan malam itu juga. Ya, ini semua merupakan saran dari Anastasia itu. Berhubung ini saran darinya, maka aku menunjuk dirinya untuk mempersiapkan pesta ini. Pesta yang sebenarnya sekedar makan-makan bersama ini, menjadi. spesial karena makanan yang ada dimasak oleh Anastasia. Semua ini terima kasih karena kebiasaan kami untuk selalu menyimpan bahan-bahan makanan sehingga sangat mungkin kami mendapatkan makanan yang dimasak sendiri oleh Anastasia.,Tentu saja, terima kasih kepada diriku yang cekatan dalam berfikir sehingga aku dapat merasakan nikmatnya masakan dari Anastasia.

Anastasia langsung pergi ke dapur untuk mempersiapkan makanan untuk pesta kecil ini. Mendadak ruangan ini penuh dengan suara bisik-bisik antar anggota timku ketika Anastasia keluar ruangan. Ah, pasti mereka hanya tidak sabar menunggu masakan dari Anatasia. Diantara kalian itu tidak ada yang belum pernah mencicipi masakannya. Hanya aku yang belum pernah mencicipinya. Anastasia memang sering memasak, tetapi karena seringkali aku mendahulukan pekerjaanku ketimbang makan. Karena itulah menurutku mala mini menjadi malam yang spesial karena aku akhirnya dapat merasakan masakan Anastasia.

“Pak, saya pulang dulu ya. Saya ingin menikmati tidur di kasur sendiri. Sudah lama rasanya tidak tidur di kasur sendiri.” Kata salah satu anggota timku. Dan mendadak muncullah permintaan izin pulang dari yang lain. Dan mendadak pula ruangan itu menjadi sepi. Hanya tinggal aku dan Anastasia di situ. Ah, eduli amat, yang penting aku bisa merasakan nikmatnya masakan Anastasia.

“Pak, saya membuat terlalu banyak jadinya. Ini sebenarnya buat yang lain, tetapi karena sudah pada pulang apa boleh buat.” Ujarnya.

“Oh tenang saja, saya ini pelahap besar kok. Lima belas baskom pun akan kulahap. Hahahahaha!” jawabku sambil bercanda. Dia menjawabdengan tertawa kecil yang, aduh, sangat luar biasa. Senyuman itu, suara tawa itu, astaga kamu begitu sempurna!

“ Oh iya pak, saya juga izin pulang. Sudah terlalu malam. Saya takut untuk pulang malam-malam”

“Oh boleh, mau saya antar?”

“ah tidak usah pak, Saya bisa pulang naik taksi”

“Oh ya sudah. Kalau begitu. Hati-hati ya.”
Sayang sekali saya tidak bisa makan berdua dengan Anastasia. Ah sudahlah. Minimal aku masih punya masakannya.

Masakan yang ada cukup standar. Hanya sekedar nasi goreng, beberapa potong ayam goreng, dan salad. Yah, bukan sesuatu yang dapat kuharapkan sebetulnya. Tetapi ini sudah cukup untuk lebih bagiku.

Tak sabar aku langsung menyendok nasi goring yang ada. Kumasukkan ke dalam mulutku dan….. Rasa apa ini??? Jangankan hambar, rasa yang ada terlalu kuat. Masih baik apabila rasanya kuat tetapi enak. Lah ini, sudah tidak enak, rasanya sangat kuat.
Tak kuat menahan rasa nasi goring, aku langsung mengambil gelas airku. Dan sialnya gelas itu sudah kosong dan jarak ku dengan air minum cukup jauh. Tak sabar menunggu, aku langsung mengambil solsi bahwa rasa ayam gorengnya apabila kumakan dapat menutupi rasa nasi goring yang parah ini.

Ketika kugigit daging ayam tersebut, memang benar rasa nasi goring yang ada lama-lama tertutup. Masalah lain muncul, yaitu ayam yang ada sangat aneH. Keanehan rasanya membuat percuma dia menutup rasa, toh rasanya jauh lebih ajaib. Cukup. Aku sudah tidak kuat. Ini baru satu suap dan aku sudah muak. AH, pantas mereka melarikan diri.

Ketika aku mau membereskan makanan itu, perutku tearasa sangat mulas. Rasanya ada dorongan dari alam yang mengharuskan aku ke wc. Aku langsung bejalan cepat menuju wc. Dan aku merasa dunia ini semakin mempermainkanku. Tiba-tiba lampu seisi ruangan langsung mati. Ini pasti listrik dipadamkan. Aduh, inilah susahnya gedung kantorku, tidak ada listrik cadangan. Pernah dulu aku akhirnya mengerjakan segalanya menggunakan tulisan tangan dan lilin karena computer tak bisa dipakai.

Tidak mau ambil pusing aku lanjut berjalan menuju wc. Kembali kesialan datang kepadaku. Terima kasih kepada kantorku yang sok hi-tech sehinggamereka memasang kunci elektronik di beberapa pintu utama. Ah, WC berada tidak lebih dari 10 m dari tempatku berdiri sekarang, terima kasih kepada pintu yang tak mau bergeming ini aku tak bisa menjamahnya!

Aku ingat ada kunci fisik yangjuga dipasang sebagai cadangan apabila hal seperti ini terjadi. Kuingat aku menaruhnya di dalam task u. Ah, aku harus kembali k e tasku kalau begitu. Dengan perut semakin memberonta, aku langsung meuju tasku. Kembali kesialan terjadi. Tas yang kubawa berbeda dari tas yang biasa. Ini semua diakibatkan kemarin hujan dan tasku basah kuyup. Ah, kunci tak sempat kupindahkan, karena aku selalu berpikir bahwa untuk apa membawa kunci, toh masih ada kunci elektronk yang bisa membukanya. Tapi aku sekarang dikhianati oleh kunci elektronik itu.

Perutku bergejolak makin liar. Seandainya perutku ini adalah kebun binatang, maka jeruji yang menghalangi binatang-binatang itu untuk keluar sudah hancur semua. Binatang-binatang yang ada di dalamnya telah berlali bebas dan liar kesana kesin. Anastasia, apa sih yang telah kamu lakukan sehingga masakanmu dapat membuat perut gajahpun hancur karenanya.

Ah perutku ini… ah aku sudah tidak tahan. Bagaimana ini? Aku sudah tidak mampu menahan ini semua. Ah, sudahlah. Aku menyerahkan kepada tuhan segalanya. Tapi aku bersumpah, akan membalas semua perlakuan ini. Tunggu aku Anastasia!

Comments

Popular posts from this blog

Silver Wind - 02

Silver Wind 06

Silver Wind - 01