Nulis ngasal

Apa ini? Ngapain saya di sini? Ini 2017, masih jaman nulis blog? Post sebelum ini tahun 2013, berarti udah 4 tahun saya nggak nulis, terus ngapain nulis lagi? Entah.

Post ini muncul mendadak ketika saya kelar nonton episode pertama dari Tsuki ga Kirei (月がきれい), atau dalam bahasa Indunisia ya "Bulan itu Kirei."


Duh, lawakannya lokal, salah lagi

Iya, jadi sesuai dengan judul ya saya mau nulis ngasal aja di sini.

=======================================================

Jadi berhubung saya kurang kerjaan, saya itu suka baca-baca kamus. Tujuannya? Antara yang bertanya yang ditanya tak ada yang lebih mengerti. Nah, kemaren-kemaren saya itu menemukan sesuatu yang menarik!!! Lebih tepatnya tidak menemukan sesuatu. Sesuatu itu kata 'dimana'. Kenapa ini menarik? Karena selama ini saya selalu menulis dengan cara 'dimana' bukan 'di mana' yang pada kenyataannya, kayak pertanyaan "Where did hide your armpit?" itu seharusnya ditulis "Di mana kamu sembunyikan ketekmu?" bukan dimana. Ya, mungkin banyak yang "yaelah jo, gitu doang" tapi buat saya ini wau, WAU!!!

Terus saya gak berhenti lah, langsung cek kata lain. Kata yang deket sama 'dimana' itu ya 'kemana' dan ternyata, 'kemana' itu juga tidak ditemukan di dalam kamus. Yang detik itu saya langsung WAU!!! Berarti selama ini saya salah dalam menuliskan hal ini. Dan sejujurnya, ya udah lah ya~

=======================================================

Oh mengingat saya tadi mengangkat kata 'ketek' atau bahasa halus super bersihnya 'EH KETEK!!!' eeeee maksudnyaaaaaa 'ketiak' itu sesungguhnya apa? Itu bagian badan? Kalau menurut KBBI, 'ketiak' itu artinya bagian yang lekuk di antara pangkal lengan dan badan. Berarti itu hanya menunjukkan lokasi, bukan menunjukkan organ ya. Misal kalo saya nyeletuk "POTONG KETIAKNYA!!!!" terus ada yang membantah, "Tapi yang mulia, ketiak itu hanya menunjukkan lokasi, atau lebih tepatnya hanya menunjukkan data spasial dari bagian yang ada di badan. Jadi sesungguhnya itu tak dapat dipotong yang mulia!" ya.... Pastinya saya garuk-garuk pala sih kalo ada yang ngomong kayak gitu.

=======================================================

Jadi Tsuki ga Kirei ini menarik. Super menarik. Saya sesungguhnya rada "eh" ketika baru liat key visualnya. Buat saya ini nggak ada spesialnya. Ini anime original, yang dibuat sama studio feel, chara desainnya saya gak kenal, directornya saya angkat tangan, yang nulis cerita saya gak peduli. Jadi buat saya ini di luar radar saya. Tapi ya memupung gak ada tontonan jadi dilahap lah ini anime satu. Dan ini sesungguhnya sangat lucu. Mungkin ketimbang lucu lebih tepat kata imut ya.

Kalo diliat dari animasi ini sesungguhnya tidak 'Wah', standar, tapi nggak banyak QUALITY juga. Jadi yaudah. Walau banyak scene yang itu orangnya banyak, mereka memanfaatkan CG walau ya CG di anime itu kan masih abal, nggak semua studio mampu bikin CG seganteng ufotable. Tapi berhubung itu cuma scene jalan, scene ngeliatin banyak yang gerak, scene karakter utama ngomong tapi nggak diliatin, jadi ya ini bukan scene-scene yang penting. Ya bukan nggak penting juga ya, tapi nggak penting-penting banget lah.

Oh, harus diakui saya suka banget sama art directionnya. Eh? Art direction ya? Atau apa ya bahasanya? Pokoknya yang mengarahkan ini harus digambar kayak apa, backgroundnya harus detail atau rada deformed, toningnya gimana, ngasih warna solid atau kayak pake pastel, dan lain sebagainya. Buat saya ini imut banget dan ini cocok banget sama temanya.



Yang menurut saya lucu itu ya bisa diliat dari cahaya kali ya. Itu putihnya tebel banget buat ngeliatin cahaya dateng dari mana. Ini ngebuat anime ini rada 'cerah' yang sekali lagi sangat cocok sama temanya. Buat bandingannya gampangnya mari kita lihat Saekano sisen 2 episode 00.



Bisa dilihat nggak setebel itu. Terus warnanya juga lebih solid ketimbang Tsuki ga Kirei. Dan, ya, saya sangat menyadari bahwa screenshot yang saya pajang tidak merepresentasikan apa yang saya omongin, tapi saya sama tidak pedulinya jadi yaudah.


Untuk cerita sendiri saya belum bisa bilang apa-apa. Ini masih episode 1. Tapi so far sih ini so good. Nggak terlalu nekoneko kayak misalnya sakurasou dimana settingnya rada-rada. Atau kayak White Album 2 yang romancenya DEEP banget. Ini lebih ke arah young adult romance yang emang young adult romance, bukan young adult romance in some chuunishit setting with chuunishit power that inflate every arc. Tapi ingat, baru episode satu, bisa jadi episode 2 mendadak dia ngeluarin robot gede ya kan saya gak tau.

Oh, yang menarik lagi itu product placementnya dimana-mana. Tapi buat saya, selama itu product placement nggak terlalu maksa ya saya suka gitu. Walau bisa diliat ini LINE product placementnya kenceng bener. Yah, mungkin nanti ceritanya bakal berputar sekitar LINE. Mungkin nanti dia bisa ngendarain robot gede make LINE. Mungkin nanti unable to confess, he is gifted with by a deus ex machina with the girl’s LINE account. Eh? Tapi di episode satu udah dapet akun LINEnya ya. Yagitu deh.

Jadi ya so far, kembali, ini bagus. Dan jujur ini sungguh refreshing dari nonton yang serius, nyuruh mikir, atau yang abal gak jelas. Ini sungguh refreshing dan kembali, ini imut banget.

=======================================================

Oh, ngomong-ngomong soal saekano, buat saya Saekano S2 00 ini sungguh menjual. Berujung ya saya maraton lah itu S1. Ternyata ya gitu, generik sih. A-1 sih. Jadi yaudah sih

Dari kualitas animasi, ya ini A-1 yang lumayan. Penggunaan CGnya rada pintar nggak bikin sakit mata walau ya masih keliatan. Terus ini banyak inbetween yang make komputer ya? Atau itu in between berkali-kali sampe keynya juga dilupakan? Kurang tahu saya~ Duh di sini gak ada tahu..... Oh, baru inget. Jadi ngomong-ngomong kualitas, ini kualitasnya keliatan banget turun mulai dari episode 4 atau 5 gitu. makin banyak still, orang yang ngomong nggak dishoot, terus reuse still berkali-kali.

Ya, tapi sesungguhnya saya gak bisa bilang ini anime abal. Bagus kok. Tapi emang banyak flawnya. Dan saya rada mengerti sekarang kenapa ini termasuk anime yang ngetop untuk generasi ini.

=======================================================

Ngomong-ngomong tentang 'refreshing anime', P.A. Works ini buat anime tentang 'cewe-cewe yang berkerja' baru. Ini (katanya) lanjutan dari Hanasaku Iroha sama Shirobako. Bukan sekuel, tapi lebih ke arah ini anime tentang orang kerja. Tapi kalo saya lihat ya, itu antara Hanasaku Iroha sama Shirobako lebih ke arah dipaksakan sih. Jadi saya percaya Sakura Quest, judul animenya, ini sebenrnya sih dihubung-hubungin aja sama Shirobako sama Hanasaku Iroha mengingat ini dua nama gede P.A. Works.

Kembali kita ngomongin kualitas animasi, ini P.A. Works. Saya tuh gak inget P.A. Works pernah bikin anime dengan animasi abal-abal gak kayak *uhuk* A- *uhuk* wan gitu. Terus ini ekspresinya..... aduh.... karakter utamanya itu namanya siapa ya.... Sebut saja 'Pink Aoi'. Iya, jadi Pink Aoi ini mukanya ekspresif banget. Jadi saya sih suka banget sama ini anime.


Ya jadi pokoknya gitu. Saya rada ngantuk ini nulisnya mulai kan ah. Jam 5 pagi sih. Terus ngapain nulis, Jo?

 =======================================================

Duh ngantuk, tapi jam 9 saya kudu ke mencester.... ya pokoknya gitu deh. Moga-moga bangun.

Comments

Popular posts from this blog

Silver Wind - 02

Silver Wind 06

Silver Wind - 01