Kisahnya awal 2025

Ngapain sih Jo jir.

Ok langsung aja. Intinya sekian tahun kebelakang kan yang namanya AI sedang ngetop. Adalah itu mulai dari cetgepete lah, leaknya NovelAI yang berujung orang2 bikin 1000 juta gambar bokep lah, dan lain-lain. Apa saya setuju atau tidak dengan AI, saya no komen. Buat saya ini sama kayak pembajakan peranti lunak. Apakah itu salah? Oh tentoe sadja. Apakah saya akan berhenti karena itu salah? Ahahahahahahahaahahahahahahahahahahaha, nurut ngana.

Nah suatu hari di 2024, laptop saya dapat pembaruan otomatis. Ya biasa juga ada, jadi gak terlalu peduli. Terus ternyata di Jendelas 10 ini, saya masih enggan untuk berpindah ke 11, dapat AI companion gitu lah. Namanya Co.... Concord? Kayaknya bukan. Cortana? Kayak bener tapi ada yang salah. Oh Copilot. Kenapa dia ganti jadi Copilot ya? Padahal kan branding buat Cortana udah sana sini. Udah ada di Halo coi bahkan itu Cortana. Udah ada karakternya pula. Apa karena udah ada karakternya jadi kalo orang ngobrol sama Cortana berasa ngobrol sama sex bot? Entah lah, intinya mereka ada tuh namanya Copilot. Eh, tapi di komputer saya ini dua-duanya masih ada jadi ya udah. Gak dipake juga.

Kembali ke Copilot. Ketika dia muncul kan banyak gaya. "Cobalah pake Copilot" ini "Copilot cerdas" itu. Ya udah, dicoba lah ini Copilot. Pake bahasa inggris karena saya pikir Copilot ini kan dari Amerika, jadi seharusnya data referensi dia lebih banyak bahasa Inggris.

Komentar saya cuma ini benda tidak menarik. Jadi yasudah, saya lupakan lah ini semua. Ngomong-ngomong tangkapan layar ini saya buat di awal tahun 2025 ketika menulis artikel ini, tetapi kurang lebih pertanyaan saya menuju ke arah sensual. Kalau tidak salah tentang list eroge terkenal, tapi jawabnya sama. Intinya kalo untuk urusan seperti ini, Copilot tidak mau membantu. Jadi ya saya lupakanlah ini Copilot, bahkan saya hilangkan dari menu toh tak akan dipakai juga.

Lalu di tahun yang sama juga mendadak muncul di peranti lunak WhatsApp di ponsel cerdas saya, Meta AI. Dan apa yang saya lakukan? Oh tentoe sadja. It's fucking useless.

Loh bentar, ini sekarang kalo diminta bisa coi. Dulu gak bisa bilang oh iya kita ada restriksi atau apalah. Tapi intinya dulu saya kecewa karena ada restriksi di Meta AI ini. Apa ini diupdate atau waktu itu saya saja yang salah dalam bertanya, entah. Tapi waktu itu saya kecewa dan sama seperti Copilot, saya lupakan.


Waktu berjalan. Hari berganti. Bulan bergerak. Tapi kayaknya nggak, masih di bulan yang sama. Saya baru sadar kalau Grok, AI punya X, iya saya benci sekali namanya berubah dari Twitter yang dia punya nilai unik khusus yang hanya dia yang punya tapi entah mengapa mas Elon Musk bilang nggak harus diganti jadi yang lebih tidak unik jadi X padahal cuma mereka yang bisa bilang 'retweet' sekarang jadi generik 'repost' kan abal, itu sekarang bisa dipakai untuk pengguna non-berbayar dengan restriksi 25 pertanyaan per 2 jam. Intermezzo saya baru tahu ternyata kbbi daring juga punya restriksi pertanyaan per hari kecuali punya akun. Setelah saya tahu bahwa saya punya akses ke Grok, tentu saja pertanyaannya ke sini.

Wonderful. Kalau ditanya apa itu deus ex machina ya ini dia. Tangkapan layar ini berasal dari pertanyaan saya dulu, jadi tidak tanya ulang.

Di sini saya jadi rada tertarik memanfaatkan AI buat nulis stensilan. Iya stensilan. Kita lihat sejauh mana ini AI bisa didorong untuk melakukan tindakan tidak produktif. Kalau kata om CEO Nvidia kan AI bisa dipakai untuk mendorong produktivitas. Iya. Setuju. Banget. Tapi pak, apakah tidak lebih menarik apabila dia bisa mendorong produktivitas di tempat yang tidak produktif? Buat saya ide ini sangat menarik. Ya di luar saya juga pengen baca stensilan tentu saja saya tidak akan berbohong ke diri sendiri.

Lalu ya saya tulis lah itu di Grok. Panjang. Menarik. Dia juga mampu untuk elaborasi. Sampai di suatu titik, jawaban Grok terputus di tengah kalimat. Kenapa ini?

Setelah saya cek sana-sini, saya menyimpulkan ada masalah tentang memori di Grok, yang ini merupakan masalah yang sama di AI lain. Jadi ya sudah. Tapi kan sayang ini udah panjang, dibuang sayang. Ya walau kalau dipikir-pikir siapa juga peduli kalau ini dibuang, toh cuma jadi sepersemiliyar dari data yang dibentuk di hari itu, walau saya yakin perbandingannya lebih kecil lagi. Tapi intinya sayang.

Ok. Kita publikasi saja di blog ini.

Mari kita tulis dulu Soal Sering Ditanya (SSD) dari stensilan ini. Walau siapa juga yang akan bertanya.

T: Ini ditulis untuk menyenangkan hati penulis saja ya?

J: Oh tentu saja ini untuk penulis pribadi. Toh blog ini juga ditulis untuk penulis bukan pembaca.

T: Kenapa bahasa Inggris padahal penulis senang sekali menghina bahasa Inggris?

J: Grok ini dari X, yang berasal dari Amerika. Penulis menduga bahwa data referensi Grok lebih banyak dari bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia.

T: Kenapa tata bahasa di tulisan ini suka salah?

J: Karena penulis idiot. Dan ada perubahan cara pengejaan. Grok menggunakan Inggris Amerika, sedangkan komputer penulis menggunakan Inggris UK. Jadi ada perbedaan dalam pengejaan kata seperti contoh flavour (ini UK) dan flavor (ini US).

T: Kenapa Grok? Bukankah (insert AI name here) lebih bagus

J: Mungkin. Tapi, untuk yang lain, penulis harus mendaftar ulang menjadi pengguna baru, atau memasang peranti lunak baru di dalam ponsel pintar penulis. Penulis merupakan paradigma kemalasan, tentu saja penulis malas untuk melakukan hal ini. Penulis sesungguhnya telah mencoba untuk memasukan data dari Grok ke ChatGPT, tetapi hasilnya ChatGPT gagal untuk menangkap plot maupun set yang telah ada sehingga penulis merasa ini tidak cocok. Penulis juga sadar adanya NovelAI, yang dianggap AI untuk membantu menulis cerita paling bagus sejauh ini. Tapi berbayar. Tentu sebuah jawaban yang tak perlu elaborasi.

T: Apakah ini sudah tamat?

J: Ketika artikel ini ditulis belum seluruhnya. Tetapi sesungguhnya cerita utamanya sudah. Akan ada satu titik yang benar terasa bahwa cerita ini seharusnya sudah tamat. Sisa setelah cerita ini tamat mirip seperti fandisk dalam Visual Novel. Penulis, sebagai pembaca Visual Novel kawakan, menyatakan bahwa seringkali fandisk lebih menarik dari Visual Novel itu sendiri. Karena itu penulis melanjutkan cerita. Toh, untuk penulis juga.

T: Apakah ini akan dilanjutkan nantinya tanpa Grok apabila masalah memori Grok semakin parah?

J: Eh, malas. Entah. Lihat nanti. Kalau niat. Apabila ada harapan.

T: Katanya stensilan tapi ini sudah sekian cerita tidak ada kegiatan stensilannya/ kegiatannya sedikit.

J: Makanya ampas. Ya anggap saja ini Narou-kei. Apa itu Narou-kei? Silahkan tanya pada mesin pencari atau AI pendamping masing-masing. Toh Fate/Stay Night juga masih digadang-gadang sebagai eroge yang bagus walau bagian eronya tak sampai 10%.

T: Ini kenapa bagian serunya tulisannya rada-rada ya?

J: Salahkan Grok, dia yang tulis.

T: Ini fetish penulis ya?

J: Tentoenja. Apabila ada karya yang bisa direkomendasikan sejalan dengan tulisan ini, penulis mohon untuk tidak disimpan untuk diri pembaca sendiri.

Jadi intinya ya saya mau mempublikasikan stensilan ampas yang dibuat saya bersama Grok.

Sekedar info judul, nama karakter, nama tempat semuanya dibentuk oleh Grok. Terkadang saya tidak suka jadi saya minta ulang dengan ganti nama karakter. Jadi apabila namanya generik ya penulisnya juga generik kok.

Comments

Popular posts from this blog

Silver Wind - 02

Silver Wind 06

Silver Wind - 01